MELEDAK DARI JAJAG! SATE BIAWAK LEGENDARIS BANYUWANGI TETAP BERJAYA SEJAK 2007

MELEDAK DARI JAJAG! SATE BIAWAK LEGENDARIS BANYUWANGI TETAP BERJAYA SEJAK 2007

Banyuwangi, Jawa Timur – Aroma asap bakaran yang mengepul di malam hari, deretan tusuk sate di atas bara api, serta cita rasa khas yang sulit dilupakan menjadi pemandangan sekaligus daya tarik tersendiri di sebuah warung sederhana di pertigaan Penyu, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

Di tempat inilah Sate Biawak legendaris yang dikenal sebagai yang pertama di Banyuwangi terus bertahan dan diminati sejak tahun 2007 hingga sekarang.

Usaha kuliner unik ini dirintis oleh pasangan suami istri Iwan Wahyudi dan Nurjakiyah, warga asli Banyuwangi. Dengan ketekunan dan konsistensi, mereka membangun usaha yang kini dikenal luas oleh masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

Berawal dari Dapur Hotel
Keseriusan dalam menjaga rasa tidak datang begitu saja. Iwan Wahyudi sebelumnya menghabiskan waktu lebih dari 12 tahun bekerja di Hotel Surya pada bagian restoran sebagai karyawan sekaligus asisten chef, sejak 1996 hingga 2007. Pengalaman panjang tersebut menjadi fondasi kuat dalam mengelola usaha kuliner secara profesional.

“Dari dapur hotel, saya belajar disiplin, kebersihan, dan pentingnya kepuasan pelanggan. Itu yang saya terapkan sampai sekarang,” tutur Iwan Wahyudi.
Setelah keluar dari dunia perhotelan, usaha sate biawak ini sempat beroperasi di wilayah Genteng, Banyuwangi, selama kurang lebih tiga tahun. Karena dirasa kurang berkembang, pada tahun 2009 usaha dipindahkan ke pertigaan Penyu, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, dan sejak saat itu terus berjalan hingga kini.
Menu Unik, Harga Bersahabat
Warung Sate Biawak ini menawarkan menu khas yang diolah dengan bumbu racikan sendiri dan disajikan dalam kondisi hangat. Adapun menu yang tersedia antara lain:
🥩 Sate Biawak – Rp 15.000 per porsi
🍲 Tongseng Biawak – Rp 20.000 per porsi
🦎 Kerupuk Kulit Biawak – Rp 3.000 per bungkus

Harga yang terjangkau dengan porsi yang memuaskan menjadikan warung ini digemari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga pemburu kuliner unik.

Komitmen pada Kepuasan Pembeli
Menurut Iwan Wahyudi, kepercayaan pelanggan adalah modal utama yang membuat usahanya bertahan lebih dari satu setengah dekade.

“Kami tidak mengejar banyak, yang penting pembeli puas. Kalau puas, mereka akan datang lagi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan sang istri, Nurjakiyah, yang sehari-hari turut mendampingi jalannya usaha.
“Kami selalu berusaha menyajikan masakan sebaik mungkin. Melihat pembeli makan dengan puas adalah kebahagiaan tersendiri,” katanya.

Ikon Kuliner Lokal yang Tetap Eksis
Keunikan bahan, konsistensi rasa, dan pengalaman panjang pemilik usaha menjadikan Warung Sate Biawak ini bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari cerita kuliner lokal Banyuwangi. Hingga kini, peminat terus berdatangan, baik pelanggan lama maupun pembeli baru yang penasaran dengan cita rasa khasnya.

Dengan perjalanan usaha lebih dari 15 tahun, Sate Biawak di pertigaan Penyu Jajag, Gambiran, telah menjelma menjadi ikon kuliner legendaris Banyuwangi yang tetap eksis di tengah perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *